![]() |
| Kondisi IKN |
KalimantanAsia.Com, IKN - Perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN).
Baca Juga: Kekurangan 1.041 Guru di Kalimantan Selatan
Proyek ini menjadi konstruksi perdana
yang direalisasikan oleh perusahaan PMA asing di IKN dan ditargetkan
rampung pada akhir 2026.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan lokasi proyek memiliki
nilai strategis karena berada di jantung kawasan pemerintahan
Nusantara.
"Lokasi ini sangat istimewa. Dari sini kita dapat melihat Istana Negara
serta kawasan yudikatif dan legislatif yang saat ini sedang dibangun.
Seluruh kawasan tersebut akan kami selesaikan pada tahun 2028," ujar
Basuki dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Kekurangan 1.041 Guru di Kalimantan Selatan
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 15.501 meter persegi itu akan
menghadirkan kawasan terpadu yang mencakup apartemen, restoran, area
ritel dan perkantoran. Hunian yang dibangun menyediakan pilihan unit 1-3
kamar tidur yang dilengkapi ruang keluarga, serta didukung berbagai
fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, area komersial dan
ruang terbuka hijau.
"Seluruh kawasan dirancang dengan mengusung konsep pembangunan
berkelanjutan yang sejalan dengan prinsip pembangunan IKN," ucapnya.

