![]() |
| Bwalk Land Aset Milik Bulog Kalsel |
KalimantanAsia.Com, BANJARMASIN - Perum BULOG (Badan Urusan Logistik) Kantor Wilayah (Kanwil) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras untuk mendukung target pengadaan nasional.
Baca Juga: Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Selatan Rizal P. Sukmaadijaya menyampaikan, capaian pengadaan di wilayahnya telah mencapai 16.002 ton setara beras atau 77,06 persen dari target sebesar 20.766 ton.
Penyerapan tersebut tersebar di sejumlah wilayah kerja, termasuk Kantor Cabang Hulu Sungai Tengah dan Kantor Cabang Kotabaru.
Rizal menyatakan optimistis target pengadaan gabah dan beras di Kalimantan Selatan pada 2026 dapat tercapai, meskipun sejumlah lahan pertanian dan sektor lainnya menghadapi dampak kebakaran.
Untuk mendukung pencapaian target, BULOG Kalimantan Selatan memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dengan TNI dan pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan titik panen, serta pengawasan harga agar tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Baca Juga: Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi
Menurut Rizal, langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyerapan hasil panen petani sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi pendapatan petani di Kalimantan Selatan.
Ia juga memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Kalimantan Selatan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir Desember 2026.
“Stok beras di wilayah Kalimantan Selatan masih aman dan mencukupi hingga akhir Desember 2026. Masyarakat tidak perlu panik karena stok kita masih banyak,” ujarnya.
Baca Juga: Edy Upayakan Perkecil SILPA di Tengah Efesiensi dan Pembatalan Perayaan Hari Jadi
Dengan capaian pengadaan nasional yang telah melampaui target, BULOG terus mendorong penguatan operasional dan kolaborasi dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan swasembada pangan sekaligus menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.

