![]() |
| Kesiapsiagaan Dinkes Banjarmasin Hadapi Ancaman Penyakit KLB Saluran Pernapasan |
KalimantanAsia.Com, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melalui Bidang P2P, melaksanakan Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Penguatan Monitoring Penyakit Infeksi Emerging Program Surveilans pada Kamis (22/10/2026).
Baca Juga: KUHAP Baru, Polresta Banjarmasin - DePA-RI Kalsel Gelar Audiensi Samakan Persepsi
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging, khususnya penyakit berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dengan transmisi melalui saluran pernapasan.
Agenda utama kegiatan adalah Focus Group Discussion (FGD) penyusunan rencana kontinjensi penanggulangan penyakit berpotensi KLB/wabah dengan transmisi melalui saluran pernapasan
di Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sosialisasi dalam rangka penyusunan rencana kontinjensi penanggulangan penyakit berpotensi KLB/wabah yang telah dilaksanakan pada 6 Agustus 2026.
Baca Juga: KUHAP Baru, Polresta Banjarmasin - DePA-RI Kalsel Gelar Audiensi Samakan Persepsi
Melalui forum koordinasi dan diskusi ini, para peserta dapat berkontribusi dalam penyusunan rencana kontinjensi sesuai dengan keterlibatan dan fungsi masing-masing.
Pelibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam menyelaraskan peran, memperkuat koordinasi, serta mendukung kesiapan daerah dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular.
Penguatan monitoring melalui program surveilans juga menjadi aspek penting dalam mendukung kewaspadaan terhadap penyakit infeksi emerging.
Baca Juga: KUHAP Baru, Polresta Banjarmasin - DePA-RI Kalsel Gelar Audiensi Samakan Persepsi
Dengan koordinasi dan perencanaan yang terarah, upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan penyakit berpotensi KLB/ wabah di Kota Banjarmasin diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging.

