Stok Beras SPHP di Kalsel Dipastikan Tersedia hingga Desember 2026

Muhammad Akbar Said

KalimantanAsia.Com, BANJARMASIN - Ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu perhatian dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan masyarakat hingga akhir 2026.

Baca Juga: Efendi Nurifansyah Bersama Rektor Baru Universitas Lambung Mangkurat

"Program SPHP merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berjalan," ucap Kepala Bulog Kalsel Muhammad Akbar Said, saat perpisahan tugas ke NTB, pada Selasa (6/10/2026).

Ketersediaan stok hingga Desember 2026 diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat, khususnya kelompok konsumen yang membutuhkan beras dengan harga terjangkau.

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui jaringan distribusi yang melibatkan berbagai pihak, sehingga masyarakat dapat memperoleh beras sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Efendi Nurifansyah Bersama Rektor Baru Universitas Lambung Mangkurat 

Selain menjaga pasokan, pengawasan terhadap distribusi juga menjadi bagian penting agar beras SPHP benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Distribusi yang tepat diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan maupun gejolak harga di tingkat konsumen.

Stabilitas harga beras juga memiliki kaitan erat dengan kondisi daya beli masyarakat. Beras merupakan salah satu komoditas pangan utama, sehingga perubahan harga dapat memberikan dampak terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Keberadaan stok SPHP hingga Desember 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga," ucapnya.

Baca Juga: Efendi Nurifansyah Bersama Rektor Baru Universitas Lambung Mangkurat 

Di sisi lain, masyarakat diharapkan membeli beras SPHP sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pengawasan di lapangan juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan beras di berbagai daerah di Kalsel. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi pasokan maupun peningkatan permintaan.

Dengan dukungan stok yang memadai hingga Desember 2026, program SPHP diharapkan mampu menjadi salah satu penyangga stabilitas pangan di Kalsel sekaligus membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Efendi Nurifansyah Bersama Rektor Baru Universitas Lambung Mangkurat 

"Stok beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikelola Perum Bulog di Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat mencapai 22.317 ton," imbuhnya.

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak