Antrean BBM Subsidi di SPBU, YLK: Bentuk Tim dan Pengawasan di Lapangan

Dr HA Murjani SH MH

KalimantanAsia.Com, BANJARMASIN - Antrean kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite masih saja terjadi.

Baca Juga: Kebakaran Mengejutkan Warga, Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Berdasarkan pantauan sejumlah di Kota Banjarmasin terlihat antrian. Menanggapi hal itu,  Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel, Dr H Akhmad Murjani SH MH, pun berharap antrian panjang dapat segera teratasi.

Ia meminta pemerintah daerah bersama penyedia jasa memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab antrean panjang yang terjadi hampir merata.

Menurut Murjani, persoalan tersebut tidak bisa hanya dilihat sebagai antrean biasa karena menyangkut kebutuhan masyarakat sehari-hari, terutama pengguna kendaraan yang bergantung pada BBM bersubsidi.

“Di Kota Banjarmasin rata-rata harga eceran sudah Rp13.000 per liter. Tapi di luar Kota Banjarmasin bisa sampai Rp15.000. Ini sangat memberatkan konsumen,” ucapnya, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Kebakaran Mengejutkan Warga, Imbau Tingkatkan Kewaspadaan 

Advokat senior ini berharap Pertalite sebagai BBM bersubsidi tetap mudah diperoleh masyarakat melalui SPBU dengan harga sesuai ketentuan. Namun, ketika antrean terlalu panjang, sebagian konsumen akhirnya terpaksa membeli BBM eceran.

Selain meminta penjelasan terbuka, Murjani berkeinginan pemerintah daerah membentuk atau mengerahkan tim untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.

Pengawasan, menurutnya, penting untuk memastikan distribusi Pertalite berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan penyalurannya tidak menimbulkan persoalan baru.

“Harapan masyarakat ini sama semua, agar Pertalite subsidi bisa didapat dengan mudah dan harga sesuai ketentuan,” tandas Murjani.

Baca Juga: Kebakaran Mengejutkan Warga, Imbau Tingkatkan Kewaspadaan 

Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) HM Irfani menyebutkan, terjadi antrian panjang kendaraan bermotor akibat berpindahnya pemilik kendaraan dari yang biasa membeli pertamax (non subsidi) ke pertalite. “Pemilik mobil dan pengendara yang biasa pakai pertamax beralih pengisian ke pertalite,” paparnya.

Untuk itu, Ia memastikan alokasi kouta 380.291 KL BBM untuk Kalsel tercukupi. “Kini pembelian dibatasi 50 liter perhari bagi pemilik mobil,” tambahnya.

Ia pun memperkirakan dalam beberapa hari ke depan kondisi sudah normal pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banjarmasin. “Jadi, insya allah tidak ada lagi antrian panjang pengisian Pertalite di SPBU,” imbuhnya saat dihubungi.

Ketua Ombudsman Kalsel Hadi Rahman mengungkapkan, hingga kini belum ada laporan resmi terkait BBM jenis pertalite ke pihaknya. Meski begitu, Ia mengakui, telah melakukan pantauan langsung ke SPBU. “Tim kami setiap hari melakukan pemantauan ke SPBU. Melihat bagaimana  pelayanan terhadap pengendara mobil/motor dalam pengisian BBM jenis pertalite," paparnya.

Baca Juga: Kebakaran Mengejutkan Warga, Imbau Tingkatkan Kewaspadaan 

Hadi Rahman berharap, pihak penyedia jasa dapat transparan ke masyarakat, berapa banyak kouta BBM jenis pertalite yang disalurkan dan dilayani di SPBU setiap hari. “Semua ini dilakukan agar terhindar dari hal yang merugikan masyarakat dan juga penyedia jasa,” imbuhnya.

 

 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak